Pages

Senin, 14 Januari 2013

Jumlah Nabi dan Rasul dalam Al-Quran dan Hadits

Jumlah Nabi dan Rasul dalam Al-Quran dan Hadits

Percaya dan yakin tentang adanya nabi dan rasul, yang di dunia ini mengemban tugas dari Allah SWT perantaraan malaikat, bagi umat Islam merupakan salah satu dari 6 rukun iman. Penolakan atau kekurang yakinan kepada nabi dan rasul yang diutus oleh Allah SWT untuk menyempurnakan akhlak manusia agar kembali kepada fitrahnya seperti ketika baru lahir yaitu fitrah keimanan, akan menyebabkan seseorang tergelincir menjadi tidak beriman atau kufur. Kufur secara bahasa berarti menolak atau keluar. Dengan demikian keyakinan terhadap nabi dan rasul ini harus tetap dibangun agar tidak tergelincir menjadi bentuk penolakan.

Seringkali muncul pertanyaan, sebenarnya berapa banyak jumlah nabi dan rasul yang diutus oleh Allah?. Pertanyaan ini menjadi penting dikemukakan karena boleh jadi akan memperteguh keimanan sehingga tidak tergelincir dengan mengakui ada nabi baru di luar dari jumlah yang telah ditetapkan oleh Allah SWT tersebut. Untuk menjawab pertanyaan tentang berapa jumlah nabi dan rasul, siapapun harus merujuk kembali kepada AlQuran dan Hadits yang menyebutkan berapa sesungguhnya jumlah nabi dan rasul. Di luar kedua sumber hukum utama bagi umat Islam tersebut, jelas harus ditolak. Karena bisa jadi penerimaan akan informasi di luar dari rujukan alQuran dan Hadits, akan menggelincirkan orang dari keimanan. Jelas, pengakuan terhadap nabi dan rasul ini bukan perkara sepele, sehingga Allah SWT menetapkannya sebagai salah rukun dari rukun iman.

Keteguhan memegang prinsip seperti itu berlaku bagi siapa saja umat Islam yang mengaku beriman. Karena kalau mengaku beriman kemudian menyangsikan nabi dan rasul, atau kurang percaya dan yakin dengan jumlahnya seperti yang diterangkan di dalam alQuran dan Hadits, sama saja dengan tidak beriman. Hal yang sama ketika umat Islam mengaku ada nabi atau rasul selain yang telah diterangkan di dalam kedua sumber hukum dan rujukan utama bagi umat Islam.

Jumlah Nabi dan Rasul dalam Al Quran

Di dalam AlQuran, menyebutkan kisah nabi dan rasul yang wajib diyakini oleh muslim. Jumlah nabi dan rasul yang disebutkan secara jelas di dalam AlQuran sebanyak 25 orang. Selain itu, Allah juga menyebutkan beberapa nabi lain, tetapi tidak disebutkan namanya.

Nama-nama nabi dan rasul yang disebutkan di dalam Al Quran, antara lain Adam as, Idris as, Nuh as, Hud as, Shaleh as, Ibrahim as, Luth as, Ismail as, Ishaq as, Ya’qub as, Yusuf as, Ayyub as, Syuaib as, Musa as, Harun as, Dzulkifli as, Daud as, Sulaiman as, Ilyas as, Ilyasa’ as, Yunus as, Zakaria as, Yahya as, Isa as, dan sebagai penutup para nabi dan rasul adalah Nabi Muhammad saw.

Sedangkan beberapa nama nabi dan rasul yang tidak disebutkan namanya di dalam AlQuran, misalnya saja pada ayat 65 surat Al Kahfi, “Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” Pada ayat ini tidak diberikan nama tentang siapakah hamba yang dimaksud tersebut. Tetapi menurut ahli tafsir, hamba tersebut termasuk seorang nabi yaitu Nabi Khidir as. Ayat-ayat lain juga banyak menyebut tentang nabi-nabi yang lain tanpa menyebutkan namanya.

Namun dengan merujuk kepada alQuran, maka nabi dan rasul yang wajib diketahui dan diimani keberadaannya adalah 25 orang nabi dan rasul yang dimulai dari Adam as dan terakhir Nabi Muhammad SAW. Ini prinsip yang harus dipegah teguh oleh siapa saja yang mengaku muslim dan mukmin atau siapa saja yang mengaku beragama Islam dan beriman. Artinya mengakui atau meyakini ada nabi sebelum Adam as juga akan menyebabkan tertolaknya keimanan karena Adam as dijelaskan dalam alQuran sebagai nabi yang pertama. Demikian pula bagi siapa saja yang mengakui dan meyakini ada nabi setelah Nabi Muhammad SAW, juga akan tertolak keimanannya. Karena seperti disebutkan dalam alQur’an nabi Muhammad SAW adalah warisatul anbiya atau penutup para nabi. Dengan kata lain yang namanya penutup para nabi, tidak aka nada atau tidak akan diutus lagi oleh Allah SWT nabi baru setelah Nabi Muhammad SAW. Ini merupakan keimanan yang sangat mendasar dan penting, agar umat Islam tidak tergelincir pada pemahaman keliru seperti yang terjadi beberapa tahun lalu tentang munculnya nabi-nabi baru dengan berbagai aktivitasnya. Pengakuan terhadap nabi baru adalah penistaan agama dan akan menyebabkan keimannya tertolak.

Jumlah Nabi dan Rasul dalam Hadits

Jika di dalam AlQuran jumlah nabi dan rasul adalah 25, maka di dalam hadits jumlah nabi sebanyak 124.000 dan jumlah rasul sebanyak 312 orang. Hal ini sesuai dengan hadits riwayat Turmuzy yang artinya, “Dari Abi Dzar Al-Ghifari radhiyalllahu 'anhubahwa Rasulullah SAW bersabda ketika ditanya tentang jumlah para nabi, ‘(Jumlah para nabi itu) adalah seratus dua puluh empat ribu (124.000) nabi.’ Para shahabat bertanya lagi, ‘Lalu berapa jumlah rasul di antara mereka?’ Beliau menjawab, ‘Tiga ratus dua belas(312) orang’."

Jumlah ini memang jumlah keseluruhan yang tidak wajib diketahui, karena yang wajib diketahui dan diimani adalah 25 nabi dan rasul. Keterangan hadits ini juga tidak bisa menggugurkan ayat alQuran yang menyatakan Nabi Muhammad SAW adalah penutup para nabi. Artinya sekalipun nabi itu jumlah 124.000, bukan berarti setelah Nabi Muhammad SAW bisa jadi akan muncul nabi baru.

Tempat Diutusnya Nabi dan Rasul

Banyaknya jumlah nabi dan rasul yang diutus Allah ini sebagian besar diutus ke daerah Timur Tengah, tetapi tidak juga menutup kemungkinan bahwa nabi dan rasul tersebut di utus di luar kawasan Timur Tengah. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat Fathir ayat 35, yang artinya, “Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan.”

Yang dimaksud dengan pemberi peringatan adalah di dalam ayat tersebut adalah seseorang yang terpilih oleh Allah SWT yakni seorang nabi atau rasul. Namun kalau kita melihat perjalanan nabi dan rasul yang 25, mereka diutus di Timur Tengah. Beberapa ahli tafsir menjelaskan bahwa salah satu pertimbangan kenapa para nabi dan rasul diturunkan di Timur Tengah, karena medan atau lingkungan yang sedemikian rupa telah membentuk karakter orang yang kasar. Dalam sejarah peradaban manusia pun tidak ada peradaban semengeringkan peradaban jahiliyah dimana seorang anak perempuan akan dibunuh agar tidak bisa hidup sampai dewasa, atau bagaimana seorang perempuan istri dari seorang laki-laki, bisa diwariskan kepada anak laki-laki tertuanya ketika ayahnya meninggal.

Namun Allah Maha Tahu dimana pun akan menurunkan nabi dan rasul, yang disesuaikan dengan jamannya. Hanya saja nabi dan rasul itu tidak akan diturunkan lagi setelah nabi Muhammad SAW menutup dan menyempurnakan risalahnya. Ini memang tidak bisa diganggu gugat dan tidak bisa menyandarkan pada pemahaman bahwa Allah SWT Maha Berkuasa, sehingga bisa menurunkan nabi dan rasul ketika diperlukan.

2 komentar:

  1. Seharusnya anda tidak usah membatasi keterangan yang sangat baik ini unuk di copas. karena pengetahuan ini sangat berguna bagi kita umat islam

    BalasHapus